Bola.com, Jakarta - Ketua PSSI, Erick Thohir, buka suara terkait kemungkinan pihaknya dan PT Liga Indonesia Baru (LIB) mencabut aturan larangan suporter untuk tur tandang mulai Liga 1 dan Liga 2 2025/2026.
"Kami bersama FIFA masih banyak melihat kejadian, baik kandang dan tandang yang tingkat kritikalnya masih tinggi," ujar Erick Thohir.
"Jadi, bilan terjadi hal-hal di suatu kompetisi, itu siapa yang bertanggung jawab penuh? Kok PSSI semua? Jadi PT LIB diberikan wewenang PSSI."
"Kepemilikan PT LIB itu 99 persen klub, PSSI hanya satu persen. PSSI berkewajiban kompetisi tidak ada pengaturan skor. Kalau ada, kami tangkap," ucap Erick Thohir.
Berjalan 2,5 Musim

PSSI sudah tidak memperbolehkan pendukung tim tamu untuk awayday sejak BRI Liga 1 2023/2024 sesuai kesepakatan dengan FIFA, pemerintah, serta kepolisian dan telah berjalan selama dua setengah musim.
"Tugas PSSI lain memastikan jadwal kompetisi sinkronisasi dengan jadwal timnas. Kami juga memastikan perbaikan kualitas wasit. Kami memaksa adanya lisensi klub," tutur Erick Thohir.
"Artinya apa? kompetisi mempunyai independensi yang luar biasa. Penyelenggaraan kompetisi itu tanggung jawab PT LIB. Klub bertanggung jawab terhadap pertandingannya," ungkapnya.
Masih Khawatir
Erick Thohir masih khawatir kejadian seperti tragedi Kanjuruhan bisa terulang jika mencabut aturan larangan suporter untuk tur tandang. Selain itu, ia melihat kondisinya juga rentan.
"Artinya, kalau ada peristiwa kerusuhan yang mengakibatkan korban jiwa, PT LIB dan klub bertanggung jawab sepenuhnya," kata Erick Thohir.
"Kami dari PSSI dan FIFA menjaga dan menilai bahwa dalam konteks kandang dan tandang, suporter masih rawan. Tetapi kalau PT LIB dan klub ingin melakukan, silakan bertanggung jawab."
"Jika nanti ada peristiwa seperti tragedi Kanjuruhan lagi, jangan sampai nanti bolanya dilempar ke sana dan ke sini tidak mempunyai rasa tanggung jawab," terangnya.
{{ comment.content }}